Social Science · 13 September 2026

Resensi Buku Origins Karya Lewis Dartnell yang Membuka Cara Pandang Baru tentang Sejarah

Origins
Judul Buku Origins
Penulis Lewis Dartnell
Penerbit Alvabet
Terbit 2023
Halaman 376 halaman
Genre Social Science
Rating ★★★★ 4.9 / 5

Resensi Buku Origins Karya Lewis Dartnell

Resensi Buku Origins Karya Lewis Dartnell yang Membuka Cara Pandang Baru tentang Sejarah

Kalau selama ini kita mengenal sejarah sebagai cerita tentang raja, perang, penjajahan, penemuan, dan tokoh-tokoh besar, Origins karya Lewis Dartnell menawarkan cara pandang yang sedikit berbeda. Setelah membaca buku ini, kami merasa bahwa sejarah manusia ternyata tidak bisa dipisahkan dari tempat manusia itu sendiri hidup. Bumi bukan cuma latar belakang tempat semua peristiwa terjadi, tetapi justru ikut membentuk jalan cerita umat manusia.

Itulah hal pertama yang membuat buku Origins terasa menarik. Dartnell mengajak kita mundur jauh sekali, bahkan sebelum manusia mengenal tulisan, kota, negara, atau peradaban. Ia kemudian perlahan menunjukkan bagaimana perubahan yang terjadi pada planet kita akhirnya berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Dari perubahan lingkungan, terbentuknya pegunungan, perubahan iklim, kondisi tanah, laut, hingga jalur yang bisa dilewati manusia, semuanya ternyata punya hubungan dengan sejarah yang selama ini kita kenal.

Awalnya mungkin terdengar seperti pembahasan yang berat. Namun, saat membaca Origins, kami justru mendapatkan pengalaman yang berbeda. Dartnell menyusun berbagai cerita dengan cara yang membuat kita terus menemukan hubungan antara satu hal dengan hal lainnya. Sesuatu yang kelihatannya tidak berhubungan dengan sejarah manusia ternyata bisa menjadi bagian penting dari cerita tersebut.

Sinopsis Buku Origins

Resensi Buku Origins Karya Lewis Dartnell yang Membuka Cara Pandang Baru tentang Sejarah

Sinopsis buku Origins bisa dimulai dari sebuah pertanyaan sederhana: mengapa manusia berkembang seperti sekarang? Selama ini kita mungkin menjawabnya dengan melihat kemampuan berpikir, kerja sama, teknologi, atau berbagai penemuan manusia. Namun, buku ini mengajak kita melihat faktor lain yang sering terlupakan, yaitu Bumi.

Manusia tidak memilih hidup di sebuah planet yang kondisinya bisa diatur sesuka hati. Kita lahir di tengah dunia yang sudah memiliki gunung, laut, sungai, tanah, cuaca, dan berbagai kondisi lingkungan. Karena itu, manusia harus menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada. Dari proses penyesuaian itulah banyak perubahan dalam kehidupan manusia kemudian muncul.

Salah satu bagian yang menarik adalah ketika Dartnell membahas perubahan kehidupan manusia dari berpindah-pindah tempat menjadi mulai menetap dan bercocok tanam. Kita mungkin menganggap pertanian sebagai sebuah penemuan sederhana: manusia menemukan cara menanam makanan, lalu hidup menetap. Tetapi setelah membaca buku ini, kami melihat ceritanya jauh lebih panjang. Kondisi lingkungan dan perubahan yang terjadi pada Bumi ikut menciptakan keadaan yang memungkinkan perubahan tersebut berlangsung.

Dari sana, cerita terus berkembang. Ketika manusia mulai menetap, muncul permukiman. Permukiman berkembang menjadi masyarakat yang lebih besar. Kemudian lahir kota, perdagangan, kekuasaan, dan negara. Dengan kata lain, banyak hal yang kita anggap sebagai perkembangan manusia ternyata memiliki hubungan dengan kondisi tempat manusia tersebut hidup.

Dartnell juga menunjukkan bagaimana bentuk suatu wilayah bisa memengaruhi perjalanan masyarakat. Pegunungan, misalnya, dapat menjadi penghalang sekaligus pelindung. Laut bisa memisahkan suatu masyarakat dari masyarakat lain, tetapi pada saat yang sama juga bisa menjadi jalur perjalanan dan perdagangan. Sungai dapat menjadi sumber kehidupan sekaligus menjadi tempat berkembangnya permukiman.

Semakin jauh membaca, semakin terasa bahwa sejarah ternyata seperti rangkaian domino. Satu kondisi memengaruhi hal lain, kemudian menghasilkan perubahan berikutnya. Dan pada akhirnya, rangkaian perubahan tersebut ikut membentuk dunia yang kita kenal sekarang.

Seperti Apa Isi Buku Origins?

Yang paling kami sukai dari buku ini adalah caranya menghubungkan hal-hal yang biasanya kita pelajari secara terpisah. Ketika belajar sejarah, kita biasanya membahas peristiwa berdasarkan waktu dan tempat. Sementara itu, ketika belajar tentang Bumi, kita lebih sering membahas gunung, laut, cuaca, atau perubahan lingkungan. Origins mencoba menyatukan semuanya.

Gerpolek
Social Science

Gerpolek

Tan Malaka

Beli Buku Ini

Dartnell tidak hanya menceritakan bahwa suatu peristiwa pernah terjadi. Ia juga mencoba menjelaskan mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi dan bagaimana kondisi dunia di sekitarnya ikut berperan. Hasilnya, kita tidak sekadar mendapatkan kumpulan fakta sejarah, tetapi mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang bagaimana manusia berkembang.

Menariknya lagi, pembahasan buku ini tidak berhenti pada masa lalu. Apa yang terjadi jutaan tahun lalu ternyata masih meninggalkan pengaruh sampai sekarang. Kondisi suatu wilayah yang terbentuk sangat lama sebelum manusia modern muncul bisa ikut menentukan kehidupan masyarakat yang tinggal di sana pada masa sekarang.

Bagian seperti ini membuat kami beberapa kali berhenti sejenak untuk berpikir. Ternyata dunia yang kita lihat hari ini bukan sesuatu yang muncul begitu saja. Ada proses yang sangat panjang di belakangnya. Kota, negara, jalur perdagangan, pola kehidupan masyarakat, bahkan berbagai perbedaan antarwilayah memiliki cerita yang jauh lebih panjang daripada yang terlihat di permukaan.

Hal tersebut juga membuat review buku Origins ini sulit jika hanya menyebutnya sebagai buku sejarah. Buku ini memang membahas sejarah manusia, tetapi cara membahasnya berbeda. Ia lebih seperti perjalanan untuk memahami mengapa peradaban manusia mengambil jalan tertentu.

Hal yang Menarik dari Origins

Menurut kami, daya tarik terbesar Origins adalah sudut pandangnya. Buku ini membuat hal yang awalnya terasa biasa menjadi menarik. Gunung bukan lagi sekadar gunung. Laut bukan cuma tempat yang memisahkan dua wilayah. Tanah bukan hanya tempat untuk bercocok tanam. Semuanya bisa memiliki peran dalam cerita panjang manusia.

Kami juga suka bagaimana buku ini membuat pembaca melihat sejarah sebagai sesuatu yang saling terhubung. Misalnya, ketika sebuah masyarakat bisa berkembang di suatu tempat, ternyata ada banyak kondisi yang mendukungnya. Ketika manusia melakukan perjalanan ke wilayah lain, kondisi alam juga ikut menentukan jalur yang dapat digunakan. Ketika perdagangan berkembang, posisi suatu wilayah menjadi penting. Jadi, ada banyak hal yang bekerja di balik sebuah perubahan besar.

Hal menarik lainnya adalah bagaimana Dartnell membawa pembaca melihat sejarah dalam rentang waktu yang sangat panjang. Kita sering memandang sejarah hanya dari beberapa ribu tahun terakhir. Buku ini justru mengajak kita melihat jauh lebih belakang. Dengan begitu, kita bisa memahami bahwa kehidupan manusia saat ini hanyalah satu bagian kecil dari perjalanan yang sangat panjang.

Bagi kami, pendekatan tersebut membuat buku Origins terasa seperti membuka sebuah peta besar. Pada awalnya kita hanya melihat beberapa bagian. Namun, semakin banyak halaman yang dibaca, semakin terlihat bagaimana bagian-bagian tersebut saling terhubung.

Kelebihan Buku Origins

Kelebihan pertama tentu saja ada pada gagasannya yang unik. Dartnell berhasil mengambil sesuatu yang sudah sering kita dengar, yaitu sejarah manusia, lalu melihatnya dari sisi yang jarang dibahas. Hasilnya adalah pembahasan yang terasa segar dan membuat kita memikirkan kembali banyak hal.

Kelebihan berikutnya adalah cakupan ceritanya. Buku ini tidak hanya membicarakan satu peradaban atau satu periode tertentu. Pembahasannya bergerak dari masa yang sangat jauh di belakang hingga dunia modern. Karena itu, Kamu bisa mendapatkan gambaran besar tentang perjalanan manusia tanpa hanya terpaku pada satu bagian sejarah.

Master Your Emotions, Enjoy Your Life
Social Science

Master Your Emotions, Enjoy Your Life

Dr. Ahmad Hijazi

Beli Buku Ini

Selain itu, penulis buku Origins, Lewis Dartnell, juga punya latar belakang sebagai ilmuwan dan penulis. Namun, buku ini tidak terasa seperti buku pelajaran yang penuh istilah sulit. Ia berusaha membawa berbagai gagasan kepada pembaca melalui cerita dan hubungan sebab-akibat yang mudah diikuti.

Kami juga menganggap buku ini punya kelebihan karena mampu membuat pembaca penasaran. Setelah memahami satu hubungan, kita biasanya terdorong untuk melihat hubungan berikutnya. Ada perasaan seperti sedang membuka satu per satu potongan puzzle besar tentang sejarah manusia.

Kekurangan Buku Origins

Tentu saja Origins bukan buku yang sempurna. Salah satu kekurangannya adalah cakupan pembahasannya yang sangat luas. Karena membahas perjalanan manusia dari masa yang sangat jauh hingga masa modern, ada bagian-bagian yang mungkin terasa cukup padat bagi pembaca yang terbiasa dengan bacaan ringan.

Buku ini juga membutuhkan sedikit kesabaran. Kalau Kamu mencari buku sejarah yang berisi cerita tokoh, perang, atau kejadian dramatis dari awal sampai akhir, Origins mungkin tidak langsung terasa cocok. Fokusnya lebih besar pada hubungan antara kondisi Bumi dan perkembangan manusia.

Beberapa pembahasan juga terasa lebih menarik bagi pembaca yang memang senang bertanya tentang alasan di balik suatu peristiwa. Kalau Kamu hanya ingin mengetahui “apa yang terjadi”, ada kemungkinan beberapa bagian terasa terlalu jauh sebelum sampai pada kesimpulannya. Namun, bagi kami, hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengalaman membaca buku ini.

Siapa yang Cocok Membaca Origins?

Origins cocok untuk Kamu yang suka sejarah tetapi mulai bosan dengan cara bercerita yang itu-itu saja. Kalau selama ini Kamu hanya mengenal sejarah melalui nama tokoh dan tahun kejadian, buku ini bisa memberikan pengalaman yang berbeda.

Buku ini juga cocok untuk Kamu yang penasaran dengan pertanyaan seperti mengapa peradaban berkembang di tempat tertentu, mengapa beberapa wilayah menjadi pusat perdagangan, mengapa manusia menetap di suatu daerah, atau mengapa kondisi suatu wilayah bisa memberikan pengaruh yang panjang terhadap masyarakatnya.

Kamu juga tidak harus menjadi orang yang paham ilmu pengetahuan untuk menikmati buku ini. Justru salah satu kelebihan Origins adalah kemampuannya membawa pembaca umum memahami hubungan yang cukup rumit melalui cerita yang lebih mudah dicerna.

Bagi pembaca yang suka buku nonfiksi dengan wawasan luas, buku ini juga layak dipertimbangkan. Setelah selesai membaca, kemungkinan besar Kamu akan memandang peta dunia dengan cara yang sedikit berbeda. Pegunungan, laut, sungai, tanah, dan berbagai wilayah yang sebelumnya terlihat biasa saja akan terasa seperti bagian dari cerita panjang.

Penulis Buku Origins

Penulis buku Origins adalah Prof. Lewis Dartnell, seorang ilmuwan, periset, presenter, dan penulis yang tinggal di London, Inggris. Ia merupakan lulusan Oxford University dalam bidang Ilmu Biologi dan menyelesaikan PhD di University College London pada 2007.

Homo Indonesiaensis
Social Science

Homo Indonesiaensis

Abdul Malik Gismar, Ph.d.

Beli Buku Ini

Latar belakang tersebut cukup terasa dalam cara Dartnell menyusun pembahasan. Ia tidak sekadar bercerita tentang masa lalu, tetapi mencoba menunjukkan hubungan antara berbagai kejadian. Namun, buku ini tetap ditujukan untuk pembaca umum sehingga Kamu tidak perlu memiliki latar belakang khusus untuk mengikutinya.

Review Buku Origins: Layak Dibaca atau Tidak?

Setelah membaca keseluruhan pembahasannya, kami merasa Origins adalah buku yang menawarkan pengalaman membaca yang cukup berbeda. Buku ini tidak berusaha membuat sejarah menjadi sekadar kumpulan tanggal dan nama. Sebaliknya, Dartnell mengajak kita memahami bahwa manusia selalu hidup dalam kondisi yang sudah dibentuk oleh dunia di sekitarnya.

Yang paling membekas adalah gagasan bahwa Bumi bukan sekadar panggung tempat sejarah berlangsung. Kondisi planet ini ikut memberikan batasan, kesempatan, dan arah bagi manusia. Dari cara manusia mendapatkan makanan sampai terbentuknya masyarakat dan negara, semuanya memiliki hubungan dengan dunia tempat kita tinggal.

Itulah alasan mengapa review buku Origins ini menurut kami cukup mudah dirangkum: kalau Kamu ingin melihat sejarah dari sudut pandang yang tidak biasa, buku ini layak dicoba. Kamu mungkin tidak akan melihat sejarah dengan cara yang sama setelah menyelesaikannya.

Harga Buku Origins

Untuk Kamu yang tertarik memiliki buku Origins karya Lewis Dartnell, edisi yang diterbitkan oleh Alvabet ini memiliki tebal sekitar 376 halaman. Buku ini menggunakan soft cover, memiliki berat sekitar 400 gram, dan diterbitkan pada tahun 2023 dengan ISBN 2321002952.

Berdasarkan informasi yang tersedia, harga buku Origins adalah sekitar Rp92.000, setelah mendapatkan diskon 20 persen dari harga normal Rp115.000. Dengan jumlah halaman dan cakupan pembahasan yang ditawarkan, menurut kami harga tersebut cukup menarik untuk sebuah buku yang bisa memberikan cara pandang baru terhadap sejarah manusia.

Kesimpulan

Origins adalah buku yang membuat kita sadar bahwa sejarah manusia ternyata jauh lebih besar daripada cerita tentang manusia itu sendiri. Ada dunia tempat kita hidup yang sejak awal sudah memiliki bentuk, kondisi, dan perubahan yang kemudian ikut menentukan perjalanan peradaban.

Lewis Dartnell berhasil mengajak pembaca melihat hubungan tersebut dengan cara yang menarik. Buku ini memang membutuhkan sedikit kesabaran karena pembahasannya luas, tetapi hasilnya sepadan. Kita mendapatkan gambaran bahwa berbagai hal yang terlihat terpisah ternyata saling berhubungan.

Jadi, kalau Kamu sedang mencari bacaan nonfiksi yang bisa menambah wawasan sekaligus membuat Kamu melihat sejarah dari perspektif berbeda, Origins patut masuk daftar bacaan. Bukan karena buku ini sekadar menceritakan masa lalu, tetapi karena setelah membacanya, kita jadi lebih memahami mengapa dunia manusia bisa terbentuk seperti sekarang.

Kalau biasanya kita belajar sejarah dengan bertanya “apa yang terjadi?”, Origins mengajak kita melangkah lebih jauh dan bertanya “mengapa semuanya bisa terjadi seperti itu?”. Dari situlah letak daya tarik terbesar buku ini.

Rating Keseluruhan

★★★★

4.9 / 5

"Origins seru sih, terutama pas bahas gimana kondisi bumi bisa ikut ngebentuk perjalanan manusia. Banyak koneksi sejarah yg sebelumnya gak kepikiran. Bacanya perlu fokus dikit tapi worth it."

— Rere

Tags: Resensi Buku Origins Review Buku Origins Sinopsis Buku Origins Buku Social Science
AT

Ditulis oleh

Resensi Buku

Manusia yang suka baca sinopsis buku, suka beli buku, tapi nggak terlalu suka baca buku. Memang aneh :D

Bagikan: Twitter Facebook
Bacaan Selanjutnya
Homo Indonesiaensis

Social Science

Homo Indonesiaensis

Menjadi Indonesia Ternyata Tidak Pernah Selesai Ada buku yang memberi jawaban, ada...

Resensi Buku Shalahuddin Al Ayyubi Karya John Man yang Menghidupkan Kembali Sosok Sang Pemersatu Islam

Social Science

Resensi Buku Shalahuddin Al Ayyubi Karya John Man yang Menghidupkan Kembali Sosok Sang Pemersatu Islam

Ada tokoh sejarah yang namanya tetap hidup jauh setelah zamannya berakhir. Shalahuddin...

Resensi Buku Jenghis Khan Kisah Sang Penakluk yang Diselimuti Misteri

Social Science

Resensi Buku Jenghis Khan Kisah Sang Penakluk yang Diselimuti Misteri

Jenghis Khan adalah salah satu nama yang terasa begitu besar ketika dibicarakan...